10.02.2012



Suatu ketika saya tersadar, kalau orang yang selama ini bisa membuat saya sangat iri juga pernah merasa iri terhadap orang lain yang orang itu pikir lebih beruntung darinya. Dan orang yang lebih beruntung itu bukan tidak mungkin pernah merasa iri pada orang yang jauh lebih beruntung lagi. Dan pada satu titik mungkin saja orang yang paling beruntung sekalipun pernah merasa iri pada orang yang kurang beruntung. Semuanya seperti lingkaran. Lingkaran setan mungkin.

Jadi kesimpulannya? Buat apa iri. Mungkin ini terdengar klasik, tapi syukuri saja apa yang kita punya sekarang. Tak perlu mengikuti ke mana si iri pergi karena jealousy will lead you nowhere but a circle of unstable feelings and ungrateful thoughts.

No comments

Post a Comment

© Silly Me
Maira Gall